Langsung ke konten utama

Kegelisahan Kalbu



Gelap malam penuh kesunyian
Lamunan jauh menerawang angkasa
Membuka arah gebyar impian
Menyibakan tirai-tirai kegaluan jiwa

Gema kegundahan kian berlalu
Percikan air melantun irama nan merdu
Hembusan angin membelai lembut
Gemiris suara dedaunan ikut menghibur
Bangkit menggugah kegelisahan kalbu

Air mata hadir mengaliri harapan
Bias keremangan memudarkan kalbu
Air hujan ikut menetes bersedih
Menggugah hati dikala resah

Ketegaran menuntunku dalam melangkahkan sederet impian
Kutaklukkan semua tantangan
Kupanjatkan untaian do'a
Menggantungkan restu kepada Sang Khaliq

Gantungkan impian, yakinkan hati
Buktikan bahwa kamu bisa
Ikhlaskan air mata yang begitu mudahnya mengalir
Tiada kata terakhir
Untuk perjuangan yang tiada batasnya
Percayalah...
Usaha dan keberhasilan takkan berkhianat


Marwah Gama
Pinrang, 10 November 2019; 21:15
Saat impian kian meronta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keyakinan yang kau patahkan

Hari-hariku kini terasa bising, dipenuhi gema dari bayang-bayangmu yang terus mengikuti langkahku. Begitu halus caramu melepaskan aku, seakan kehadiranku hanyalah persinggahan singkat dalam hidupmu. Padahal sejak awal, kaulah yang menanamkan keyakinan bahwa kebahagiaan itu benar-benar ada—nyata, sederhana, dan mungkin untuk diraih. Namun keyakinan yang kaubangun dengan hati-hati, kauruntuhkan begitu saja, meninggalkan sepi yang tidak pernah kuminta. Lalu kau memintaku menjauh, katanya hanya sementara, demi fokus pada pendidikanmu. Namun kenyataannya jauh lebih pahit—di balik alasan yang terdengar mulia itu, kau telah memilih perempuan lain untuk kauhibur ketidakpastianmu. Maka aku bertanya dalam diam, apakah ini yang kau sebut fokus? Jika benar demikian, untuk apa sejak awal kau memintaku percaya? Untuk apa menanam harapan yang tak pernah berniat kau jaga? Sungguh ironis, saat aku menuntut perlakuan yang layak, kau hanya berkata bahwa kau berharap kejadian ini tidak menimpa perem...

Unknown

Yang selalu dinanti kehadirannya.. Yang selalu diharapkan kesuksesannya.. Namun selalu menjadi beban bagi dirinya sendiri.. Enam huruf yang menyatu menjadi satu kata yaitu "SULUNG" Yah... Sulung Kalung yang disematkan dilehernya begitu tebal Beban yang terpikul dipundaknya sungguh berat Pikiran yang menggerogoti jiwanya begitu banyak Hingga kini... Si sulung begitu kritis menilai berbagai kekurangan Sampai suatu saat dia lupa bahwa kita menjajaki dunia yang tak sempurna, di isi oleh orang yang sempurna tetapi dengan entengnya menuntut sebuah kesempurnaan. Everybody's struggling, hardly. So, let's make it easier for one and another. Sulung, sindrom, dan bungsu adalah anugerah terindah dari sang Khaliq. Peran dan tugas dengan porsi yang sama.. di junjung sama-sama... 22.04 M.G 

Bingkai Kota

Di batas kota tempat persinggahan angkutan umum yang menjadi pusat perbelanjaan  kota  selalu ramai di kunjungi warga dari berbagai daerah. Mereka datang dengan tujuan yang sama yaitu untuk membeli keperluan rumah tangga seperti perlengkapan dapur. Namun, kali ini ada yang berbeda dari biasanya. Karena sebentar lagi liburan sekolah berakhir dan semester baru pun akan segera tiba. Puluhan pedagang musiman turut meramaikan pusat perbelanjaan tersebut, mareka datang jauh-jauh dari pelosok desa demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Tak hanya itu, pedagang yang hanya bermodalkan barang yang akan di jual rela menyewa rumah dengan menjadikan keuntungan sebagai taruhannya. Hampir semua pedagang yang ada di pusat perbelanjaan itu mengenalku. Hal ini di karenakan aku adalah anak juragan pasar yang biasa menggantikan pekerjaan ayahku untuk menagih iuran pasar selama liburan sekolah. Awalnya, aku risih untuk mejalankan aktivitas tersebut yang menurut sebagian orang sangat sulit. An...