Senyuman; |
| Tersembunyi deraian air mata |
| Penahan suara teriakan jiwa |
| Menyisakan kepiluan yang tak terungkap |
| Wajah palsu penghias kehidupan |
| Hempasan perasaan yang tak lagi dihargai |
| Tawaran sejuta pesona indah dalam kehidupan |
| Menyisakan sederet harap |
| Yang merasa dekat belum tentu tau segalanya |
| Hanya sebatas prolog sebuah novel |
| Tanpa tau kandungan dan makna cerita didalamnya |
| Biarlah mereka menelisiknya dipermukaan |
| Tak perlu menyelam hingga ke dasar lautan |
| Mahkota hati dalam kesendirian |
| Pada akhirnya, semua hanyalah perjalanan sementara |
| Bergantung pada tujuan diri |
| Hingga menemui keabadian di Jannah-Nya Makassar, 13 Februari 2020 11:11 AM |
Hai orang baik. Apa kabar? Aku minta maaf karena pernah melukaimu begitu dalam, Membuatmu tak lagi bertahan dengan kisah yang pernah kita mimpikan untuk berakhir bahagia. Sebenarnya, Masih banyak hal yang belum sempat kuucapkan padamu, namun kita terlanjur dipisahkan oleh keadaan. Orang baik, Terima kasih telah membalas dendam dengan cara menghilangkan jejakmu dari pandanganku. Aku tahu, Kamu hanya ingin memulihkan hati dengan tidak menampakkan dirimu dihadapanku lagi, aku paham. Satu hal, Jika saja engkau sempat membaca ini, aku sedang tersenyum untukmu. Aku tidak akan mungkin memintamu untuk kembali lagi bersamaku, karena aku masih sangat-sangat sadar diri bagaimana aku pernah membuatmu jatuh sejatuh-jatuhnya dulu. Kamu baik-baik ya, Aku yakin dia yang saat ini mendampingimu adalah pribadi yang jauh lebih baik dariku, meskipun katamu tidak ada orang yang lebih baik dariku. - Agustus, 2021🕊️

Komentar